Our social:

Latest Post

Wednesday, November 14, 2018

Saat lahir, bayi tidak bisa mengontrol kepalanya dengan maksimal karena kemampuan motorik dan otot lehernya masih lemah. Tapi jangan kuatir, ia akan mengembangkan kemampuan penting ini dan ini menjadi dasar gerakan berikutnya seperti duduk dan berjalan. Hal ini akan dilakukan sedikit demi sedikit di tahun pertama usianya.
Kebanyakan bayi baru bisa mengangkat kepalanya ketika ia berusia sekitar 1 bulan, dan mereka baru bisa menahan kepala tetap tegak ketika berada di posisi berdiri pada usia sekitar 4 bulan. Bunda harus perhatikan, otot leher dan kontrol kepala bayi harus sudah kuat dan stabil di usia 6 bulan.
Bayi biasanya akan mengandalkan Bunda untuk menopang kepala dan lehernya, setidaknya pada bulan pertamanya. Mungkin ini cara alami untuk memastikan Anda punya banyak waktu bersama si kecil dan menjalin ikatan batin ketika sedang menggendong bayi.

Kontrol Kepala Pada Bayi Usia 1-2 Bulan

Di akhir usia satu bulan, bayi bisa mengangkat kepala sebentar dan membalikkan ke sisi lain ketika tengkurap. Di sekitar 6 hingga 8 minggu, bila sudah kuat, ia akan mengangkat kepala saat lagi berada di posisi telentang. Ketika menggendong si kecil di bahu Anda, ia akan memiliki kontrol cukup kuat untuk menahan kepalanya, tapi tidak lama. Ia juga kuat menahan kepala ketika duduk di car seat. Tunggu hingga ia bisa menahan kepala stabil tanpa bantuan dari Anda untuk menggunakan stroller jogging atau gendongan backpack. Jika menggendong bayi dengan gendongan, pastikan wajahnya terlihat karena ia belum bisa menggerakkan kepala untuk mencari nafas.

Kontrol Kepala Pada Bayi Usia 3-4 Bulan

Di usia 3-4 bulan, Anda akan melihat perkembangan dalam kontrol kepala. Bayi bisa mengangkat kepala hingga 45 derajat ketika sedang tengkurap dan menjaganya tetap stabil. Bunda bisa melakukan permainan seru yang bisa mengembangkan kekuatan otot lehernya. Caranya, tempatkan bayi di posisi telentang dan perlahan tarik dua tangannya ke posisi duduk. Perlahan kembalikan lagi ia ke posisi telentang dan ulangi. Pada usia ini, ia sudah bisa menahan kepala segaris dengan anggota tubuh lainnya ketika ditarik. Nah, saat momen ini sudah terjadi, Anda bisa menggendongnya dalam backpack.

Kontrol Kepala Pada Bayi Usia 5-6 Bulan

Bunda, ketika bayi sudah bisa mengeksplor dunia di sekitarnya, ia akan mulai penasaran dengan apapun. Mulai dari usia 5 hingga 6 bulan, bayi Anda akan menyukai:
  • Penglihatan lebih jelas. Bayi akan mulai membedakan antara wajah baru dan wajah yang sudah familiar. Bayi berkonsentrasi pada satu mainan dan memandangi pantulan bayangannya di cermin. Kebanyakan bayi menyukai warna cerah pada usia ini. Jika Anda menggulingkan bola di lantai, bayi akan menoleh untuk mengikuti dengan matanya.
  • Meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Bayi akan menggenggam jari Anda atau mainan. Semua yang bisa ia jangkau akan masuk ke dalam mulutnya. Bayi menarik objek mendekat dengan gerakan menggaruk. Selanjutnya ia akan belajar memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.
  • Mengoceh. Bayi di usia ini sudah mulai mengoceh dan tertawa. Ia bisa merespon dan meniru ekspresi wajah dan suara Anda. Ia mengoceh lalu terhenti, menunggu respon Anda. Ketika ingatan dan perhatian meningkat, ia mulai mengambil komponen bicara Anda dan mendengar kata dari kalimat yang Anda ucapkan. Si kecil juga sudah mengenali namanya.
  • Mengembangkan kemampuan motorik. Lengan dan kaki bayi akan bergoyang dan menendang-nendang. Jadi Anda akan melihatnya menggerakkan kaki ketika tengkurap dan akhirnya berguling. Ketika otot bayi semakin kuat, kontrol kepalanya semakin baik. Ia berusaha mengangkat kepala saat tengkurap bahkan mendorong diri dengan menggunakan kakinya. Di usia 6 bulan, banyak bayi mulai duduk. Kemampuan merangkak akan mengikuti selanjutnya.
Pada usia 6 bulan, bayi sudah harus mampu menahan kepala dengan stabil dan tegak, dan ia akan melenturkan tubuh ke depan ketika ditarik ke posisi duduk. Setelah bayi memiliki kontrol kepala yang baik, ia akan mulai belajar duduk, berguling, dan merangkak. Kontrol kepala juga penting untuk menelan makanan padat dan duduk di highchair.
Anda tidak harus melakukan banyak hal untuk mengembangkan kontrol kepala bayi, tapi Anda harus berhati-hati dengan kepala si kecil sampai ia bisa menahan kepalanya sendiri. Terutama pada beberapa bulan pertama, Anda perlu menopang kepala dan leher ketika mengangkat dan menggendongnya. Meski selalu tidur telentang, sering-seringlah letakkan bayi di posisi tengkurap ketika ia terjaga. Mengangkat kepala dan tengkurap untuk melihat Anda dan mainannya akan makin memperkuat otot lehernya.
Saat umur bayi 3 hingga 6 bulan, Anda bisa menopang bayi di posisi duduk, di tempat yang aman. Gunakan bantal atau letakkan di pangkuan, dengan punggungnya menghadap Anda. Biarkan ia duduk di area berbeda di sekitar rumah agar pemandangannya berubah. Jangan biarkan ia duduk tanpa pengawasan, karena ia bisa terjatuh. Bila Anda menyukai jogging, jangan bawa bayi di joging stroller hingga ia memiliki kontrol kepala yang baik. Ketika ia sudah siap, pilih jogging stroller yang baik untuknya.

Gejala Masalah Perkembangan Pada Bayi

Bayi Anda mungkin lebih dulu mencapai milestone tertentu dan tertinggal di milestone yang lain. Misalnya, ada bayi yang bisa duduk sendiri terlebih dahulu, tapi ia belum bisa berguling. Hal ini normal dan biasanya tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi tetap waspadai tanda adanya masalah perkembangan pada si kecil ya Bun.
Konsultasikan ke dokter jika Anda merasa ada masalah pada perkembangan bayi, seperti:
  • Terlihat terkulai.
  • Otot kaku.
  • Menggapai hanya dengan satu tangan.
  • Tidak menggapai objek atau memasukkan benda ke mulut.
  • Tidak menunjukkan kemajuan dalam kontrol kepala.
  • Tidak merespon pada suara atau objek visual seperti suara keras atau cahaya terang.
  • Tidak tertawa.
  • Tidak berusaha berguling atau duduk.

Sunday, January 10, 2016

Hypnobirthing


Manfaat mengikuti kelas persiapan melahirkan Apakah manfaat kursus ini bagi Anda dan pendamping persalinan Anda? semua ini bergantung pada kelas yang Anda ikuti, profesionalisme instrukturnya, dan sikap Anda. Beberapa manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:


Apabila kelas ini dilakukan dalam bentuk GROUP, maka inilah kesempatan untuk mengisi waktu bersama calon orangtua lain yang berada pada tahap kehamilan yang sama dengan Anda-berbagi pengalaman dan kiat-kiat; membandingkan perkembangan kehamilan; bertukar cerita tentang kekhawatiran dan rasa nyeri; dan berbagi informasi tentang produk bayi, perlengkapan untuk kamar bayi, dokter anak, dan perawatan anak. Dengan kata lain, banyak persahabatan dan empati yang menanti Anda. Tetaplah berkomunikasi dengan teman-teman Anda setelah Anda atau mereka melahirkan, dan Anda akan memiliki kelompok orangtua yang siap membentuk kelompok bermain baru untuk putra-putri Anda bersama. Banyak kelas mengadakan “reuni ” setelah “siswa” di kelas itu melahirkan


ini adalah kesempatan untuk menanyakan pertanyaan yang muncul di antara waktu pemeriksaan kehamilan atau yang segan Anda tanyakan kepada dokter atau bidan Anda (atau pertanyaan yang memerlukan waktu lama untuk dibahas sehingga tidak pernah sempat Anda tanyakan ketika menjalani pemeriksaan). karena biasanya inilah yang terjadi = Anda mempunyai keluhan dan berfikir hendak menanyakan keluhan tersebut pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan dua atau tiga minggu lagi di dokter atau bidan langganan Anda, namun pada hari H tiba tiba Anda lupa tentang keluhan dan apa yang hendak Anda tanyakan, karena waktu periksa yang singkat, atau karena Anda terlalu excited ketika melihat gambaran Janin Anda melalui USG, sehigga Anda lupa hal penting yang akan Anda tanyakan.


Kesempatan untuk mempelajari semua tentang persalinan melalui ceramah, diskusi, model, dan video. Anda akan berkesempatan untuk memahami gejala-gejala sebelum persalinan hingga cara memotong tali pusar. Semakin banyak yang Anda ketahui, semakin nyaman perasaan Anda ketika Anda mengalaminya.


Kesempatan bagi calon ayah untuk bergabung. Sebagian besar persoalan kehamilan hanya menyoroti sosok ibu. Hal ini terkadang membuat calon ayah merasa bahwa dirinya bukan bagian dari kehamilan itu. kelas persiapan persalinan biasanya dirancang bagi kedua calon orangtua dan membantu para calon ayah untuk lebih menyadari perannya sebagai anggota tim yang penting, apalagi jika tidak dapat hadir dalam pemeriksaan kehamilan di tempat praktik dokter atau bidan. Dengan demikian, para calon ayah dapat turut mempersiapkan diri menghadapi kelahiran buah hatinya, dan dapat menjadi pendamping persalinan yang lebih efektif Suami Anda dapat berbincang-bincang dengan pria lain yang pernah menjalani pengalaman serupa. Beberapa kursus menyediakan sesi khusus untuk para calon ayah sehingga mereka tidak canggung untuk mengutarakan kekhawatiran yang biasanya enggan mereka ungkapkan.


Kesempatan untuk mempelajari semua pilihan pereda rasa nyeri baik pilihan medis maupun alternatif.


Kesempatan untuk melatih keterampilan bernapas, relaksasi, dan terapi alternatif lain untuk meredakan rasa nyeri di bawah bimbingan seorang ahli. Menguasai strategi ini dapat membantu Anda merasa lebih relaks dan mengurangi rasa nyeri ketika Anda melahirkan. Keterampilan tersebut juga bermanfaat jika Anda berencana menggunakan epidural atau obat pereda rasa nyeri lainnya.


Kesempatan untuk mengenal penanganan medis yang sesekali digunakan selama persalinan, diantaranya alat pemantau janin, infus, pompa vakum, dan bedah sesar. Anda mungkin tidak mengggunakan salah satunya, tetapi mengetahui hal ini lebih awal akan membuat Anda lebih tenang saat menjalani persalinan. sehingga apabila ternyata Anda harus menggunakan alat alat tersebut, maka Anda merasa lebih siap dan tenang.


Kesempatan untuk menjalani persalinan yang relatif lebih ringan berkat semua informasi di atas. Pasangan yang lebih siap menghadapi persalinan umumnya menilai pengalaman tersebut lebih menyenangkan dari pada pasangan yang tidak mempersiapkan diri.


Kesempatan untuk dapat lebih mengendalikan diri. Pengetahuan adalah kekuatan. Dengan menghilangkan ketakutan akibat ketidaktahuan (ketika melahirkan. Hal-hal yang tidak Anda ketahui dapat meruntuhkan keprcayaan diri Anda), Anda akan merasa lebih mampu mengendalikan diri dan lebih siap untuk mengatasi setiap skenario persalinan yang akan Anda hadapi.










Memilih Jenis Kelas Jadi, Anda sudah memutuskan untuk mengikuti kelas persiapan persalinan. Akan tetapi, dimana Anda harus mulai mencari? Lalu, bagaimana memilihnya? Beberapa pelatihan atau kelas sudah dimulai sejak trimester pertama atau kedua. Topik-topik yang disampaikan meliputi gizi, olahraga, perkembangan janin, dan hubungan intim; ada pula kelas yang diberikan dalam 6-10 minggu terakhir kehamilan (dimulai pada minggu 28 atau 32) yang menitikberatan pada proses persalinan dan perawatan ibu dan bayi pasca-persalinan. Intinya, kelas persiapan melahirkan seperti apa pun yang Anda ikuti akan lebih baik daripada tidak mengikuti kelas apa pun. Jika Anda dapat memilih salah satu dari beberapa penyedia layanan kelas semacam itu di sekitar tempat tinggal Anda, pertimbangkanlah beberapa hal berikut ini saat membuat keputusan.










Siapa penyelenggaranya? kelas persiapan persalinan hendaknya di selenggarakan oleh Bidan, Dokter atau Doula. karena dengan demikian Anda bisa belajar banyak hal dari mereka










Berapa jumlah pesertanya? Kelas Group dalam kelompok kecil akan lebih baik. sepuluh hingga limabelas pasang peserta dalam satu kelas adalah pilihan yang ideal. namun akan lebih baik lagi apabila Anda dapat menemukan dan mengikuti Kelas PRIVAT. Instruktur dapat memberikan lebih banyak waktu dan perhatian kepada setiap peserta dalam kelas yang lebih kecil, hal ini terutama penting dalam kursus teknik pernapasan dan relaksasi. Selain itu, keakraban dalam kelompok kecil cenderung lebih kuat.










Apa saja materi yang diajarkan? Kelas atau pelatihan yang baik mencakup materi tentang proses persalinan normal dan bagaimana cara mempersiapkan dan mengupayakannya, intervensidalam proses persalinan (apa saja dan bagaimana cara mencegah atau menghindarinya), komplikasi dalam persalinan hingga bedah sesar selain dibahas pula mengenai aspek psikologis dan teknis dalam proses persalinan.










Bagaimana cara penyampaian materinya? Apakah ada penayangan film proses melahirkan yang sebenarnya? Apakah Anda akan mendengar penuturan dari pasangan yang baru memiliki bayi? Apakah ada cukup waktu untuk sesi tanya jawab? Apakah tersedia cukup waktu selama pemberian materi untuk mempraktekan teknik-teknik yang diajarkan?










Beberapa pilihan










Beberapa pilihan yang paling umum antara lain sebagai berikut:










Hypnobirthing. Kelas ini mengajarkan penggunaan teknik hipnosis untuk mengurangi ketidaknyamanan dan nyeri (dan bagi beberapa wanita yang mudah dipengaruhi/tersugesti, ketidaknyamanan dan nyeri tersebut dapat dihilangkan sepenuhnya), mencapai kondisi relaksasi dalam, serta memperbaiki suasana hati dan sikap selama proses persalinan. dalam kelas ini akan membahas lebih dalam tentang tehnik hipnosis yang bisa dilakukan dan harus dikuasai oleh Anda dan pasangan Anda sehingga dapat membantu membuat proses persalinan terasa nyaman dan lancar.










































































Gentle Birth Balance. Kelas ini adalah paduan dari berbagai metode yang digabung jadi satu, sehingga kelas ini merupakan kelas yang sangat lengkap dan holistik. karena tidak hanya mengajarkan tentang hypnosis tetapi juga tentang bagaimana cara agar Anda bisa menguasai nafas Anda, apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat Anda merasa nyaman (selain dengan menggunkana tehnik hypnobirthing), hingga olahraga apa dan bagaimana gerakan yang dilakukan agar persalinan menjadi lebih lancar










































































Birth Partner Class. ini adalah kelas yang dikemas khusus untuk para pendamping persalinan terutama suami atau calon ayah karena tidak jarang bahwa seorang calon ayah merasa cemas dan panik karena tidak mengerti apa yang terjadi dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk meringankan rasa sakit yang dialami istri tercintanya, sehingga tanpa disadari banyak sekali pendamping persalinan yang justru “menjadi sumber masalah” atau menjadi sumber stres yang alhasil membuat seorang ibu merasa “down” bahkan akhirnya mengambil keputusan yang kurang bijak.